Tuesday, March 29, 2011

HARIMAU SUMATERA (Phantera tigris Sumatrae) MAKIN TERJEPIT

Konservasi Lansekap untuk selamatkan habitat harimau yang kian menyempit

Nasib harimau di Indonesia semakin terjepit. Saat ini Sumatera merupakan satu-satunya wilayah, dimana populasi Harimau Sumatera dapat hidup bebas di alam. Jumlahnyajuga tidak banyak lagi, hanya tersisa kurang dari 400 ekor harimau saja. Kehidupan si belang ini pun tidak mudah, penuh dengan intaian berbagai ancaman, dari konversi habitat utamanya menjadi perkebunan dan pemukiman penduduk,hingga ancaman akibat aktivitas pembalakan liar dan perburuan yang tinggi.


Lansekap prioritas


Ditengah berbagai masalah yang mengancam kehidupan sang Harimau ada berita yang memberikan harapan. Kawasan Kerinci Seblat dengan luas habitat sekitar 19.653 km2 danBukit Tigapuluh mencakup sekitar 5.417 km2 ditetapkan menjadi prioritas bagi konservasi harimau di Indonesia dan dikategorikan menjadi "tiger conservation landscapes"(TCLs).Penetapan kedua kawasan tersebut merupakan hasil temuan penelitian bersama yang dilakukan oleh World Wildlife Fund (WWF),Wildlife Conservation Society (WCS), the Smithsonian's National Zoological Park dan Save The Tiger Fund (STF) yang berjudul"Setting Priorities for the Conservation and Recovery of the World's Tigers 2005-2015". Laporan yang diluncurkan di Washington DC pada 20 Juli 2006 lalu, berhasil menganalisis dan membuat skala prioritas untuk habitat harimau diseluruh dunia. Sumatera miliki 2 dari 20 lansekap prioritas pelestarian harimau di dunia.

Kedua lokasi ini diklasifikasikan sebagai prioritas global karena masih menawarkan harapan bagi pelestarian jangka panjang Harimau Sumatera. Setidaknya masih ditemukannya populasi yang terus berkembang serta masih mencukupinya sumber makanan sang harimau. Kedua kawasan yang mencakup hutan tropis and sub-tropis lembab (moist broadleaf) dan hutan konifer tropis and subtropis.ini, relatif sedikit atau kurang mendapatkan ancaman.Diungkapkan juga bahwa saat ini habitat harimau telah menyusut hingga 40 persen dibandingkan 10 tahun lalu. Hanya tinggal sekitar 7 persen dari wilayah jelajah historisnya (historic range) yang masih ditempati si belang. Teridentifikasi 76 lansekap TCLs yang memadai untuk melakukan konservasi harimau dalam jangka panjang. Separuhnya masih dapat mendukung 100 harimau atau lebih, sehingga memberikan peluang besar untuk memulihkan populasi harimau liar. Lansekap terbesar terdapat di Rusia Timur Jauh dan India. Asia Tenggara masih memiliki peluang

untuk mempertahankan populasi harimaunya, meski banyak kawasan telah kehilangan satwa tersebut dalam 10 tahun terakhir.


Menjaga Harimau yang tersisa di Sumatera



Pemerintah Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Adi Susmianto, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan, Departemen Kehutanan Indonesia, mengakui meskipun memiliki kepedulian atas konservasi harimau Sumatera, namun walau berbagai upaya telah dilakukan hingga kini masih menghadapi berbagai kendala serius.

Di Sumatera bagian tengah WWF dan mitra LSM lainnya telah membuat beberapa capaian, khususnya pada 2005, saat WWF berhasil melobi perusahaan pemilik konsesi dan pemerintah untuk menetapkan status Tesso Nilo sebagai taman nasional - kawasan ini merupakan salah satu blok hutan hujan tropis dataran rendah yang menjadi habitat harimau. Lokasi tersebut juga merupakan satu-satunya lokasi dimana sejumlah species yaitu harimau, gajah, dan badak, terancam oleh kerusakan habitat dan perburuan berada dalam kawasan yang sama, seperti diungkap oleh Sunarto, Wildlife Biologist dari di WWF-Indonesia.

Kini, WWF terus berupaya untuk melobi pemerintah dan perusahaan memperluas komitmen terhadap perlindungan kawasan disekitar Tesso Nilo agar harimau memiliki wilayah jelajah yang aman didalam dan diluar taman nasional. Berdasarkan analisis TCL, diindikasikan bahwa lansekap-lansekap pelestarian harimau cenderung mengelompok, sehingga berpotensi membentuk lansekap yang lebih besar jika habitatnya dapat di hubungkan kembali dengan koridor satwa.

Sumber : http://www.wwf.or.id

Sunday, March 27, 2011

Earth Hour 2011 : Satu Jam Yang Berharga Bagi Dunia

Earth Hour pada tahun ini tepatnya akan dilaksanakan pada 26 Maret 2011 pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat. Earth Hour adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh WWF (World Wide Fund for Nature, juga dikenal sebagai World Wildlife Fund) dan diadakan pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya yang meminta rumah-rumah dan perkantoran untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak perlu selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim. Earth Hour dicetuskan oleh WWF dan The Sydney Morning Herald tahun 2007 ketika 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak perlu.

Setelah Sydney, banyak kota-kota lain di seluruh dunia ikut berpartisipasi pada tahun 2008. Selanjutnya program ini akan dilaksanakan secara serentak di 128 Negara pada hari Sabtu (26/3) mendatang untuk memunculkan kesadaran terhadap masalah perubahan iklim dan “mengkspresikan bahwa aksi setiap orang dalam skala besar dapat membantu mengubah planet kita menjadi lebih baik. Earth Hour 2011 akan dilaksanakan pada 26 Maret 2011 pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik, sebagian besar masih berasal dari penggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi gas CO2. Dengan mematikan listrik selama satu jam, diharapkan emisi CO2 yang merusak bumi akan berkurang.

Simbol Earth Hour yang baru yaitu 60+ yang artinya mengingatkan masyarakat tidak hanya mematikan lampu selama 60 menit, tetapi bagaimana melakukan hemat energi setelahnya.

Sejak 2009 dan 2010, kampanye tersebut menjadi kampanye lingkungan hidup terbesar dalam sejarah karena berhasil meraih 1,5 milyar pendukung dari 4.616 kota di 128 negara.

Dukungan Teknologi

World Wildlife Fund (WWF) memperluas kampanye Earth Hour sampai ke layar iPhone. Lembaga nirlaba itu mendesain sebuah aplikasi bernama 60+ yang akan membantu pengguna iPhone yang ingin terlibat dalam kampanye pada 26 Maret pukul 20.30-21.30 WIB itu.

WWF memang menghadirkan aplikasi khusus mengenai kampanye kesadadaran dalam ikut serta di program Earth Hour ini. Aplikasi ini akan membantu orang-orang biasa mencapai hal-hal yang luar biasa dengan tugas-tugas sederhana yang mengambil gagasan daro Earth Hour.

Dibuat oleh WWF dengan bantuan dari Leo Burnett Group, aplikasi Earth Hour tentang mengambil langkah lebih lanjut dengan mendorong orang untuk melakukan hal-hal untuk membantu planet ini setiap hari, bukan hanya untuk satu jam.

Aplikasi itu akan membantu kaum awam menyelamatkan bumi setiap hari, tak hanya satu jam per tahun, sebagaimana ide Earth Hour. Aplikasi yang sudah tersedia di toko aplikasi iTunes untuk diunduh itu dikembangkan oleh WWF dengan bantuan Leo Burnett Group.

Aplikasi 60+ akan bertindak seperti layanan berbasis lokasi dengan fitur to-do dan checkin. Tetapi alih-alih checkin di sebuah tempat, pengguna akan melakukan checkin bila melakukan tindakan positif berdasarkan daftar yang ada. Misalnya telah memakai pencahayaan alami, mengubah settingan penyejuk udara, atau menginstal pancuran hemat air. Apabila pengguna sudah melakukan banyak aksi, akan ada penghargaan.

WWF dan Bunnet akan melacak pengguna aplikasi ini dan berbagai checkin yang telah dipilih untuk mendata partisipasi dan dampaknya di seluruh dunia. Segera aplikasi ini akan menyediakan Game Center untuk mendorong kompetisi bersahabat antar pengguna.

App bekerja sedikit seperti layanan berbasis lokasi dalam hal ini memiliki kemampuan untuk checkin. Namun untuk aplikasi mobile, Anda akan check-in dari daftar yang disediakan oleh aplikasi.

Ketika Anda check-in lebih banyak tindakan, Anda akan mendapatkan prestasi, yang dapat dibagikan di jaringan sosial yang lebih luas juga.

Selain memperluas Earth Hour, aplikasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan geografis Earth Hour. Untuk itu, WWF dan Burnett akan melacak checkin individu dan global dan prestasi dalam aplikasi untuk mengukur partisipasi dan dampaknya di seluruh dunia.

Hour Earth Di Indonesia

Sejak beberapa tahun terakhir berbagai kota di Indonesia sudah mulai berpartisipasi. Diantaranya adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogjakarya, Semarang, Medan, Denpasar dan berbagai kota besar lainnya.

Konsumsi energi listrik terbesar di Indonesia berada di Jawa dan Bali yaitu sebesar 78 persen dari total keseluruhan konsumsi listrik nasional.

Jakarta

Diharapkan kegiatan itu tidak hanya dilakukan di kawasan Sudirman – Thamrin dan gedung pemerintahan, tetapi juga mencakup komunitas lebih luas lagi.

Beberapa tahun sebelumnya, pelaksanaan Earth Hour terbukti mampu menghemat energi di Jakarta setara dengan kapasitas produksi listrik satu PLTN kecil. Apabila 10 persen warga Jakarta berpartisipasi, maka kota ini dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300 MWh. Jumlah tersebut setara dengan mematikan satu pembangkit listrik dan menyalakan sekitar 900 desa, serta mengurangi emisi karbondioksida setara 267,3 ton.

Bandung
Total konsumsi listrik di Jabar besarnya 14,43 persen dari total konsumsi listrik di seluruh Indonesia. Cakupan pelayanan listrik di Jabar saat ini baru 65 persen.Jika sedikitnya 10 persen dari jumlah penduduk Jabar yang terlayani listrik ikut berpartisipasi dalam ‘Earth Hour’ ini maka akan ada penghematan konsumsi listrik sebesar 661,54 MW. Jumlah itu cukup untuk mengistirahatkan dua pembangkit listrik..

Jumlah penghematan konsumsi listrik sebesar 661,54 MW itu juga setara dengan pengurangan emisi CO2 sebesar 589,43 ton atau penghematan biaya listrik hingga Rp 476,3 juta. Daya serap dari 589 pohon dan persediaan 02 untuk lebih dari 1.178 orang

Partisipasi dalam ‘Earth Hour’ maka kita semua akan turut menyelamatkan bumi yang saat ini mulai sakit. Earth Hour ini dilakukan diseluruh dunia. Jadi kita akan menyelamatkan energi dunia.

Sumber : http://mediaanakindonesia.wordpress.com/2011/03/25/earth-hour-2011-satu-jam-yang-berharga-bagi-dunia/

Wednesday, March 9, 2011

Lagi, Badak Jawa Tertangkap Kamera

Rekaman kamera berhasil membuktikan terjadinya perkembangbiakan badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon. Kamera video milik organisasi Dana Satwa Liar, WWF merekam dua induk dengan dua anak badak pada bulan November dan Desember lalu.


''Ada tiga kip secara total. Baru kali ini kami mendapatkan rekaman video aktivitas dua induk badak yang berbeda dengan anak mereka di lokasi yang sama,'' kata manajer situs WWF di Taman Nasional Ujung Kulon, Adhi Rachmat Hariyadi. ''Lokasi ini menunjukkan bahwa memang ada beberapa induk yang kapasitas reproduksinya masih dapat diandalkan.''

Selama ini diperkirakan tinggal ada 40 ekor badak Jawa di Ujung Kulon, namun dengan adanya rekaman itu perkiraan meningkat menjadi sekitar 50.
Ancaman

Dari lima spesies badak di dunia, tiga diantaranya termasuk badak Jawa adalah jenis yang paling terancam kepunahan. Badak banyak diburu untuk culanya yang konon mempunya khasiat pengobatan, walau hingga kini tidak pernah ada bukti ilmiah yang mendukungnya.

Ancaman perburuan itu tidak berlaku untuk badak Jawa ini karena ''khusus untuk badak Jawa perburuan sudah bisa ditekan ke tingkat minimal bahkan nol sejak awal tahun 1970an,'' tambah Adhi Rachmat Hariyadi.

''Ancaman justru datang dari alam karena dekat dengan Gunung Anak Krakatau dan berada di patahan benua sehingga rawan gempa, serta endemi penyakit.''

Kekhawatiran ini ditambah dengan keraguan kemampuan Ujung Kulon untuk terus menyangga habitat alami badak membuat pengelola Taman Nasional Ujung Kulon bersama dengan WWF berpikir untuk melebarkan luas wilayah konservasi ke kawasan perlindungan tak jauh dari yang ada sekarang.

Mereka berencana untuk memindahkan lima badak jantan dan tiga badak betina ke kawasan perlindungan baru.

''Tetapi kami harus sangat hati-hati dalam melakukan ini dan masih menimbang bersama pakar lain,'' tambah Adhi Rachmat Hariyadi. (BBC)


Sumber :BBC.co.uk

Macan Tutul Sunda tertangkap kamera di Taman Nasional Barbak,Jambi...Menjawab teka teki Spesies Macan tutul Sunda.


Ternyata Ada 2 Spesies Macan Tutul Sunda

Macan Tutul Sunda dari spesies Neofelis diardi tertangkap kamera di Taman Nasional Barbak,Jambi


Macan Tutul Sunda dari spesies Neofelis diardi borneensis
tertangkap kamera di Hutan Lindung Dermakot di Malaysia



Kucing besar yang nama ilmiahnya macan tutul Sunda ternyata memiliki dua sub-spesies. Para peneliti baru menyadari adanya spesies baru yang berbeda dari macan tutul yang hidup di Asia, tahun 2007 lalu.

Kini, analisis genetika sudah meyakinkan bahwa kucing itu punya dua ciri berbeda, yang hidup di Sumatera dan Kalimantan.

Macan tutul tergolong kucing besar yang paling sukar dipahami, termasuk singa, harimau, jaguar, macan salju dan macan pada umumnya. Hidup menyebar di Asia Tenggara, hingga China dan India, macan itu memiliki belang seperti awan yang lebih lebar dibanding umumnya macan.

Hingga 2006, semua macan tutul disangka masuk dalam satu spesies saja. Namun, studi genetika menyingkapkan bahwa sebetulnya ada dua spesies macan tutul yang berbeda sama sekali.

Lazimnya diketahui, macan tutul hidup di Asia daratan (Neofelis nebulosa), namun kini para ilmuan emmastikan, ada spesies macan tutul lain yang hidup di Pulau Kalimantan dan Sumatera.

Macan tutul itu terkenal sebagai macan tutul Sunda (Neofelis diardi), meski sebelumnya dan secara keliru disebut sebagai macan tutul Borneo. Kedua spesies itu diduga terpisah lebih dari satu juta tahun silam.

Sejak 2008, spesies baru itu pun terdaftar di International Union for the Conservation of Nature.

Pada 2010, sebuah tim ilmuan yang bekerja di Dermakot Forest Reserve, Malaysia mengumumkan jejak kaki pertama kucing besar itu dari alam liar. Dipimpin Mr Andreas Wilting dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research di Berlin, Jerman, para peneliti mendapatkan foto macan tutul Sunda sedang berjalan di jalanan.

Kini, Mr Wilting dan koleganya menerbitkan penelitian baru yang menyingkap lebih jauh tentang kucing misterius itu.

Mereka mengambil sampel dari 15 macan tutul Sunda yang hidup di Borneo, dan 16 ekor yang hidup di Sumatera, untuk melakukan studi molekular dan genetika demi menyingkap asal-usulnya.

Para peneliti juga mengujuk tengkorak 28 macan tutul Sunda dan bulu dari 20 spesimen yang tersimpan di museum, termasuk bulu kucing yang difoto dari Sumatera dan Kalimantan.

"Meskipun kami curiga bahwa macan tutul Sunda di Borneo dan Sumatera terpisah secara geografis sejak Zaman Es terakhir, namun belum diketahui apakah keterpisahan yang lama itu menyebabkan mereka terbagi menjadi sub-spesies yang berbeda," kata Wilting.

Namun, analisis timnya menyatakan, kucing besar itu terbagi menjadi dua, sub-spesies Borneo yang disebut N.d borneensis dan sub-spesies Sumatera yang disebut N.d diardi.

Hasil analisis itu diterbitkan di jurnal Molecular Phylogenetics and Evolution. Macan tutul dari dua pulau itu berbead secara morfologis, memiliki bentuk unik di tengkorak dan gigi. Belum jelas penyebab macan tutul Sunda berevolusi dalam dua sub spesies itu.

"Sejauh ini, kami hanya dapat berspekulasi tentang peristiwa tertentu dalam evolusi macan tututl itu," kata anggota tim penelitian, Joerns Fickel, juga dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research.

Namun para peniliti menduga, erupsi vulkanik di Sumatera sekitar 75.000 tahun silam yang mempengaruhi perbedaan keduanya kini. Satu kelompok hidup di China dan seluruh benua Asia, kelompok lainnya di Kalimantan, menjadi macan tutul Sunda.

Kucing Emas (Catopuma temminicki) Satwa langka Indonesia

kucing emas
Kucing Emas merupakan jenis yang misterius dan sangat sulit di jumpai saat ini, sedikit sekali pengetahuan mengenai perilaku dan ekologi jenis ini, termasuk populasi mereka di dalam kawasan. pola hidup satwa ini belum diketahui secara jelas tidak seperti jenis kucing hutan lainnya.

Bulu berwarna mulai dari pirang coklat muda sampai hitam. Pada bagian kepala dan bagian bawah ekornya terdapat garis putih yang dapat dilihat dengan mudah. pada tahun 1996, melalui Photo Trapping, Untuk pertama kalinya berhasil terpetret seekor kucing Emas yang berwarna hitam pekat. Satwa ini dapt ditemukan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 2.000 m dari permukaan laut.

Hidupnya tidak sesoliter jenis kucing yang lain dan sering terlihat bergerak dalam kelompok, keluarga atau berpasangan. Umumnya satwa ini bergerak di daratan meskipun mereka pandai memanjat dan aktif disiang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan merupakan habitatnya adalah Tandai dan Gunung Seblat.aneh semua
Dan ada suatu artikel yang menyatakan:
Kucing Emas biasa di sebut Golden cat atau Fire cat, hewan ini termasuk salah satu hewan yg ikut dikampanyekan Cegah Satwa Punah oleh komunitas Adsense Surabaya. Kucing emas (Catopuma temminicki) merupakan salah satu dari tujuh jenis kucing yang hidup di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Ciri utama dari Kucing Emas adalah hampir seluruh tubuhnya berwarna cokelat ke emas2an (sesuai namanya) tetapi ada juga yg berwarna abu abu atau coklat tua. Ada juga yg berwarna hitam dan jenis ini adalah jenis paling langka!

Kucing emas ini hidup tersebar dari daerah Tibet, Nepal, Cina, Burma, Thailand sampai Indocina, Malaysia, dan Sumatera. Ciri2 lain dari kucing emas ini memiliki berat rata-rata untuk ukuran kucing dewasa jenis tersebut sekitar 8-12 kg dengan panjang dari kepala sampai ekor mencapai 1,2 meter. Sebagaimana saudaranya kucing biasa, binatang ini kadang-kadang terlihat belang-belang tanpa menghilangkan warna spesifiknya. Binatang ini agak panjang dibanding dengan kucing biasa dan tidak pernah ditemui dengan warna hitam seluruhnya. Bagian belakang bundaran telinganya ada garis hitam pendek. Garis putih yang dibatasi warna putih terdapat di pipinya, yang muncul dari sudut bagian dalam matanya. Bagian perutnya selalu berwarna lebih terang dibanding bagian pinggulnya.

Lebih besar dari sepupunya dari Afrika, kucing emas Temminck Asia berukuran sebesar anjing. Ada lagi yang disebut Fishing Cat yang ditemukan di beberapa bagian dunia lainnya, yang ukurannya juga agak serupa. Wozencraft, dalam penjelasannya yang kontroversial mengenai sistim klasifikasi mengenai binatang ini tahun 1993 menganggap kucing emas Temminck adalah jenis Catopuma, bersama dengan kucing teluk Borneo yang dikatakannya merupakan salah satu versi dari kucing Temminck (Wozencraft 1993) juga. Kucing emas Afrika terpisah dari dua spesies itu dan kini berdiri sendiri dengan jenis (genus) Profelis. Semua kucing-kucing ini diklasifikasikan Sebagai Felis.

kucing emas 2

kucing emas 3

kucing emas 4


Sumber : http://anehsemua.blogspot.com/2011/02/kucing-emas-hewan-langka-yang-hampir.html

Monday, March 7, 2011

Mengungkap Fakta Ilmiah Lalat dalam pesan Rasulullah

Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya terdapat penyembuhnya [HR. Bukhari]




Hadist atau pesan Rasulullah ini dibuktikan oleh para ilmuwan, Sebagaimana mereka mempelajari daripada serangga – serangga yang ada dibumi. Mereka menemukan dahsyatnya dan kehebatan serangga – serangga yang menakjubkan bahwa lalat itu mengepakkan sayapnya sebanyak 200 hingga 400X setiap detiknya. Dan setiap detik ia menggerakkan sayapnya 200 hingga 400X gerakan. Dan juga pada satu hewan yang disebut “Ganjur” bahkan sampai mengepakkan sayapnya 1000X setiap detiknya. Para ilmuwan mempelajari 4 jenis serangga, mereka mendalaminya dan dikatakan kami baru mempelajari 4 macam serangga dan masih tersisa lebih dari 10 juta macam serangga di muka bumi. Dan tentunya juga, demikian banyak mereka melakukan penemuan – penemuan dan keajaiban pada serangga sehingga mereka mengatakan bahwa didalam setiap sayap seekor lalat itu ada daripada fungsi – fungsi elevator dan fungsi – fungsi depressor, yaitu fungsi mengangkat dan menurunkan sayapnya. Dan itu bergerak 200 hingga 400X setiap detiknya dan gerakan lalat itu yang demikian sangat menakjubkannya itu selalu bergerak dalam bermenit – menit atau berjam – jam.

Gerakan otot yang sedemikian cepatnya menggerakkan sayap seekor lalat yang sangat kecil. Seekor lalat yang kecil, yang dijelaskan oleh para ilmuwan dari Australia bahwa seekor lalat itu terbukti pada sebelah sayapnya ditemukan 1 gen refilin yaitu gen yang mempunyai 2 fungsi yakni fungsi pada industri dan fungsi pada kesehatan.

Fungsi pada industri bahwa gen refilin ini lebih dahsyat dan lebih kuat dari semua jenis karet yang ada yang telah dibuat oleh banyak orang di muka bumi ini. Jenis karetnya diambil dari pohon karet atau lainnya, gen refilin yang ada di sayap lalat itu lebih kuat dan lebih hebat jika dipakai sebagai karet karena ia mempunyai daya dorong dan daya tekan yang sangat kuat serta daya pental yang demikian dahsyat dan itu ada pada sayap seekor lalat dan serangga lain hingga ia dapat bergetar hingga 1000X dalam setiap detiknya seperti hewan ganjur dan juga beberapa hewan serangga lainnya. Dan dalam fungsi kesehatannya bahwa gen refilin itu adalah satu gen yang bisa mengobati penyakit – penyakit yang ada pada syaraf – syaraf arteri, pada syaraf – syaraf meina. Syaraf arteri yang banyak terjadi penyumbatan, gen – gen refilin yang ada di sayap seekor lalat itulah yang dapat mengobatinya.



Demikian indahnya dan demikian sempurnanya dan demikian jeniusnya Rasulullah Muhammad Saw. Jika jatuh lalat pada minuman kalian, tenggelamkan ia. Maksudnya gen – gen refilin yang ada di sayapnya itu supaya bertebaran di air pula hingga menjadikan airnya itu tersucikan daripada bakteri – bakteri yang ada pada sayap lainnya.

Menurut anda, siapa yang memberitahu Sang Nabi bahwa ada gen – gen refilin yang bisa menyembuhkan syaraf arteri sementara gen–gen itu tidak terlihat oleh mata..?





Manusia melihatnya dengan mikroskop dan selama puluhan tahun mereka menelitinya tapi Sang Nabi SAW tahu di sayap lalat itu ada gen penyembuh, ada gen penyakit sampai butiran gen dan sel yang ada disayap lalat diketahui oleh Rasulullah Muhammad SAW atas petunjuk dari Allah SWT sebagai sang Maha Pencipta segala sesuatu dan Maha Mengetahui akan seluk beluk ciptaanNya.

Wallahu’alam bishawab…
 
Free Website templatesfreethemes4all.comLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates